Tampilkan postingan dengan label #Metodologi Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Metodologi Penelitian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juni 2014

Daftar Pustaka

Penulisan Daftar Pustaka Berdasarkan menurut KBBI

Eka Atmaja, Hanung. 2011. Pengaruh Sikap dan Promosi terhadap Peningkatan Jumlah Penumpang
Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Skripsi Universitas Diponegoro, Semarang.
Mustakini, Jogiyanto Hartono. 2009. Sistem Informasi Teknologi. Yogyakarta : Andi Offset
Nasution, MN. 1996. Manajemen Transportasi. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Prasojo, Lantip Diat dan Riyanto. 2011. Teknologi Informasi Pendidikan. Yogyakarta : Gava Media
Steenbrink. 1974. Optimization of Transport Networks. Tugas Akhir Universitas Jendral Soedirman,
Purwokerto.
Sutanta, Edhy. 2004. Sistem Basis Data. Yogyakarta : Penerbit Graha Ilmu.
Yakub. 2012. Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta : Penerbit Graha Ilmu, ISBN 978-979-756-807-8

Penulisan Daftar Pustaka Berdasarkan Standar IEEE

Teknik atau cara menuliskan daftar pustaka yang digunakan dalam karya tulis ilmiah, skripsi, tesis atau laporan tidak bisa semena-mena seenaknya sendiri melainkan harus mengikuti standar-standar tertentu. Untuk penulisan ini alangkah baiknya mengikuti standar yang digunakan oleh lembaga tempat kita bernaung. Selanjutnya dalam tulisan ini akan sedikit dipaparkan teknik penulisan daftar pustaka berdasarkan standar IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers).
Cara penulisan ini dikategorikan berdasarkan jenis sumber pustaka yang digunakan :
A.  BUKU
Standar format :
[1] Penulis, Judul Buku. Edisi. Kota Terbit : Nama Penerbit, Tahun Terbit.
Jika sumber pustaka hanya menggunakan Bab tertentu (Chapter), maka secara lengkap dituliskan sebagai berikut:
[1] Penulis, “Judul Bab/Bagian (Chapter)”, in Judul Buku, edisi. Kota Penerbit : Nama Penerbit, Tahun Terbit, Bab x, Sub.Bab x, pp.  xxx-xxx
Catatan khusus : Jika jumlah penulis lebih dari tiga orang, maka dituliskan satu orang, tambahkan et al.
CONTOH :
[1]  Oliviero, Andrew and Woodward, Bill, “Cable Design” in Cabling The Complete Guide To Copper and Fiber
       Optic Networking, 4th ed. United State of America : Wiley Publishing, Inc, 2009. pp. 19 – 33.
[2]  J. Moran, Michael and Shapiro, H.N., Fundamentals Of Engineering Thermodynamics, 2nd ed. United States of America : John Wiiley and Son, 1993.
[3]  B. Stanley, et al., C++ Primer, Fourth Edition, Massachusetts : Addison Wesley Professional, 2005.
[4]  Bell, A. Graham, “Performance Tuning”, in Theory and Practise – Four Stroke, First Edition, United of Kingdom : Haynes Publishing, 1981.
[5]   Editor, Abdul Basri Saifuddin,et al., Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Ibu melahirkan dan Bayi lahir, 1st ed.,  Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2002

B. ARTIKEL SEMINAR
Secara umum format penulisan daftar pustaka untuk artikel yang dipublikasikan pada seminar yaitu : daftar urutan penulis, judul paper diikuti dengan nama seminar ditulis dengan cetak miring menggunakan standar abbreviation di bawah ini :

[1] Penulis, “Judul Paper,” in Nama Seminar of Conf., Kota pelaksanaan seminar., Abbrev. State (jika ada), Tahun, pp. xxx-xxx.
Contoh :
[1] Utari, Setiya and Sarah, Lia Laela, “Pengembangan Problem Based Instruction Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa” in Seminar Nasional Pendidikan IPA, FPMIPA UPI – JICA Bandung, 2010. pp. 56-70.

C. Periodicals
Sumber pustaka Periodicals yaitu sumber pustaka yang diterbitkan secara berkala dapat berupa jurnal atau proceeding.
Format standar :
[1] Penulis, “Judul Paper”, Abbrev. Judul Periodical, vol. X, no. X, pp. xxx-xxx, Abbrev.Month, year.

JURNAL
[1] R. E. Kalman, “New results in linear filtering and prediction theory,” J. Basic Eng., ser. D, vol. 83,
pp.95-108, Mar. 1961.
[2] Dirgagautama, Erdo and Saputro, Nico, “Penerapan Algoritma Genetik Pada Permainan Catur Jawa”, J.Integral. vol.9, pp. 17-26, Mar. 2004.

PROCEEDING
[1] W. Rafferty, Ground antennas in NASA’s deep space telecommunications,” Proc. IEEE vol. 82, pp. 636-640, May 1994.

D. Sumber Online
Sumber pustaka online dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu FTP, www, E-mai, telnet FTP

[1] Penulis. (tahun). Judul (edisi) [Tipe media]. Available FTP: Directory: File:
www
[1] Penulis. (tahun, bulan tanggal). Judul (edisi) [Tipe media]. Available: http://www.(URL).
E-mail
[1] Penulis. (tahun, bulan hari). Title (edition) [Tipe media]. Available e-mail: Message:
Telnet
[1] Penulis. (tahun, bulan hari). Title (edition) [Tipe media]. Available Telnet: Directory: File:

CONTOH :
[1] Koza, John.(2001, Nov.8) Operators of Genetic Algorithm [online].Available : http://www.cs.felk.cvut.cz/~xobitko/ga/operators.html.
[1] R. J. Vidmar. (1994). On the use of atmospheric plasmas as electromagnetic reflectors [Online]. Available FTP: atmnext.usc.edu Directory: pub/etext/1994 File: atmosplasma.txt
[3] S. H. Gold. (1995, Oct. 10). Inter-Network Talk [Online]. Available e-mail: COMSERVE@RPIECS Message: Get

NETWORK TALK
[4] V. Meligna. (1993, June 11). Periodic table of elements [Online]. Available Telnet: Library.CMU.edu Directory:
Libraries/Reference Works File: Periodic Table of Elements

E. HANDBOOK / MANUAL
[1] Nama Handbook/ Manual, Edisi, Nama Perusahaan, Kota Perusahaan, Negara, Tahun, pp. xx-xx

F. REPORT/LAPORAN
[1] Penulis, “Judul Laporan,” Abbrev. Name of Co., City of Co., Abbrev. State, Rep. xxx, Tahun.

G. PATENT
[1] Penulis, “Judul patent,” Nama Negara. Patent x xxx xxx, Abbrev. Month, day, year.

H.  STANDARD
[1] Judul Standar, Nomor standar, tanggal.

I.  TESIS DAN DISERTASI
[1] Penulis, “Judul Tesis,” M.S. thesis, Abbrev. Dept., Abbrev. Univ., City of Univ., Abbrev. State, year.
[2] Penulis, “Judul Disertasi,” Ph.D. dissertation, Abbrev. Dept., Abbrev. Univ., City of Univ., Abbrev. State, year.

J. UNPUBLISHED
Ada dua macam referensi yang tidak dipublikasikan, format dasar penulisannya yaitu : Contoh :
[1] Penulis, private communication, Abbrev. Bulan, Tahun.
[2] Penulis, “Judul Paper,” unpublished.


Resume Tugas Akhir

Pada tulisan atau postingan saya kali ini . Saya akan menceritakan dan memberikan gambaran umum mengenai Tugas Akhir yang sedang saya jalani . Pada Tugas Akhir "Analisis Sistem Monitoring Pemakaian Air Berbasis Jaringan Sensor Nirkabel" ini saya menggunakan sebuah Teknologi yaitu Jaringan Sensor Nirkabel.


Arsitektur Sistem



 

 
Gambar 1. Arsitektur Sistem

Gambar di atas merupakan rancangan cara kerja sistem monitoring pemakaian air berbasis jaringan sensor nirkabel. Sensor water flow berperan sebagai sensor pengukur debit air. Board Arduino (DF robot Leonardo) akan mengolah data debit air berupa sinyal digital untuk kemudian ditampilkan pada LCD. LCD menampilkan data debit dari penggunaan air serta tanggal dan waktu pengukuran air begitu pula dengan penggunaan serta tanggal dan waktu pemakaian air. Data, tanggal, dan waktu dapat ditampilkan pada LCD dengan adanya real time clock atau RTC yang diinputkan pada board Arduino masing-masing node dengan  jaringan sensor nirkabel ini ketika node sensor waterflow bekerja atau aktif  maka setiap node sensor akan mengirimkan data ke  node  sensor  utama  melalui  jaringan  nirkabel  dengan  protokol  Zigbee, kemudian sistem akan mengirimkan data melalui website sebagai interface dari sistem ini. Topologi jaringan sensor nirkabel yang digunakan dalam sistem ini adalah topologi star, yang mana hanya dibutuhkan sebuah node sebagai pusat kendali (coordinator). Coordinator node tersebut  diletakkan  di   tengah  sehingga  masing-masing  node  sensor  dapat terhubung secara langsung. Topologi star merupakan topologi yang sederhana, karena coordinator langsung menangani perangkat sehingga tidak memerlukan fungsi  routing. Pengujian komunikasi pada system monitoring pemakaian air  berbasis JSN lebih membahas mengenai RSSI (Received Signal Strength Indicator) pada jaringan Zigbee. Pengujian RSSI akan memperlihatkan jarak terjauh yang bisa dijangkau oleh jaringan Zigbee. Menurut datasheet, jarak terjauh yang bisa dijangkau oleh Zigbee adalah 120 meter dengan sensitifitas RSSI minimal sebesar -96 dBm.

Contoh Penulisan Kesimpulan dan Saran

Sebagai langkah pertama, penulis menguraikan garis besar permasalahan dan kemudian memberi ringkasan tentang segala sesuatu yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya. Pada langkah berikutnya, penulis harus menghubungkan setiap kelompok data dengan permasalahan untuk sampai pada kesimpulan tertentu. Langkah terakhir dalam menyusun kesimpulan adalah menjelaskan mengenai arti dan akibat-akibat tertentu dari kesimpulan-kesimpulan itu secarateoritik maupun praktis.  Seusai menutup kesimpulan penulis dapat memberikan saran atau rekomendasi guna penelitian lebih lanjut maupun saran-saran yang lebih praktis atau berfaedah secara riel. Seperti halnya Kesimpulan, dalam menyusun Saran hendaknya penulis tidak menyarankan sesuatu yang tidak mempunyai dasar atau keterkaitan dengan pembahasan yang dikemukakan. Dengan kata lain, Saran hanyalah berisi alternative yang diajukan penulis agar permasalahan yang ada dapat dipecahkan sebaik-baiknya di waktu mendatang.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian dan analisis dalam Tugas Akhir ini, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.Semakin banyak jumlah node dalam jaringan HWMN akan menyebabkan semakin besarnya delay, semakin kecilnya troughput, dan semakin banyak packet loss.
2.Berbanding lurus dengan jumlah node, jumlah user juga akan meyebabkan hal yang sama yaitu, semakin banyak jumlah user  dalam jaringan HWMN akan menyebabkan semakin besarnya delay, semakin kecilnya troughput, dan semakin banyak packet loss. 
3.Jaringan HWMN dapat memilih cost terendah untuk menghasilkan Quality of Service (QoS) yang terbaik.
4.Jaringan HWMN memiliki kemampuan dalam memelihara konektivitas jaringan mesh dan mampu menyediakan jalur alternatif apabila salah satu link mengalami kegagalan.
Saran
1.Diperlukan  proses  perencanaan  yang  baik  dalam  membangun jaringan HWMN untuk mendapatkan hasil yang optimal. 
2.Dalam membangun jaringan HWMN perlu dilakukan survey untuk mengetahui coverage area dari Access  Point (AP) sehingga pada saat instalasi tepat sasaran. 
3.Agar dapat menggunakan suatu Access  Point (AP) dengan baik dan benar maka perlu mengetahui dahulu petunjuk pengoperasiannya sehingga didalam penggunaanya dapat lebih optimal. 
4.Perlu  adanya  pengujian  lain  dengan menggunakan  perangkat  yang  lebih banyak  sehingga  dapat  diketahui  dengan  pasti  kapasitas maksimal  yang dapat ditangani oleh jaringan ini.


source :
ArifWidodo,Bongga. 2011. Tugas Akhir Politeknik Negeri Semarang, Semarang.
Suryana. 2010. Metodologi Penelitian Model Praktis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: buku ajar perkuliahan.